Pages

Minggu, 10 Desember 2017

Tugas PHPT/Nila Fitria Esa/1525010095


PRAKTEK BUDIDAYA LADA YANG BAIK


Teknik Pembibitan Lada Yang Berkualitas
1.            Pengantar
Perbanyakan tanaman lada (Piper nigrum L) untuk perkebunan komersial dilakukan melalui teknik pemotongan tamanan (stek). Perbanyakan tanaman dari bahan tanam yang berkualitas menjadi hal yang mendasar dalam membangun perkebunan lada yang baik dan sehat. Di perkebunan lada komersial, usia produktif tanaman lada dapat mencapai lebih dari 20 tahun dan bahkan bisa mencapai lebih dari 30 tahun dengan sistem tanaman perdu. Kualitas bahan taman atau bibit menjadi faktor yang menentukan kapasitas produksi tanaman lada ketika dewasa (Tanaman Menghasilkan/RM) dan juga dapat pula menjadi sumber penyakit tanaman, apabila tindakan pencegahan tidak dilakukan pada tahap awal. Kesalahan sekecil apapun pada tahap pembibitan dapat menyebabkan kapasitas produksi tanaman tidak maksimal di kemudian hari. Membangun perkebunan lada pada tahap awal, dimana tanaman belum menghasilkan, betul-betul membutuhkan investasi dan upaya yang serius. Oleh karena itu yang perlu ditekankan adalah bagaimana memproduksi bibit tanaman yang baik sehingga di kemudian hari akan benar-benar dihasilkan perkebunan yang produktif.

2.       Memilih Tanaman Induk
Memilih tanaman induk yang sehat dan produktif adalah hal yang sangat penting untuk berhasilnya budidaya tanaman lada. Berikut beberapa syarat dalam memilih tanaman induk:

2.1. Syarat-syarat Tanaman Induk
1. Tanaman Lada yang sehat dengan pertumbuhan yang meyakinkan;
2. Jarak antara dua buku/ruas lebih pendek dan jumlah cabang-cabang samping yang lebih banyak, serta lebih banyak tangkai buah di setiap cabangnya;
3. Panjang tangkai buah lebih dari 7 cm (pada beberapa jenis akan lebih pendek);
4. Tangkai buah memiliki buah dengan kesamaan ketebalan dan ukuran buah yang
lebih besar;
5. Kepadatan dari lada hitam kering adalah lebih dari 550 g setiap liter dan untuk lada putih adalah lebih dari 600 g setiap liter;
6. Bebas dari hama dan penyakit;
7. Kemampuan pengakaran yang baik dan pertumbuhan bibit tanaman yang baik;
8. Keberlanjutan dan kesamaan dalam kapasitas menghasilkan lada;
9. Minimum hasil panen untuk lada hitam kering adalah 2.0 kg per tahun dari tanaman dengan ketinggian 3,5 m sd 4,5 m. Kriteria seleksi ini harus diamati selama kurang lebih 2 tahun atau 2 kali masa panen secara hati-hati.

3. Membuat Bibit Tanaman Melalui Teknik Pemotongan Vegetatif (Stek)
Tanaman lada memiliki dua jenis cabang, yaitu (1) cabang yang tumbuh lurus ke atas atau sulur panjat dan (2) cabang yang menghasilkan buah/biji lada atau sulur buah. Beberapa cabang yang diperoleh dari tunas tambahan (sulur cacing) atau tunas gantung tidak dapat menghasilkan akar yang kuat menempel pada mata tunas dan tidak cocok sebagai bibit tanaman. Cabang pohon yang tumbuh dari bawah yang memiliki akar yang tunggang yang tumbuh pada musim penghujan adalah bibit yang biasanya dipilih untuk perkebunan komersial. Sulur buah biasanya dijadikan bibit untuk lada perdu.

3.1. Membuat Bibit Tanaman Melalui Teknik Pucuk Ujung
Cabang pucuk ujung ditemukan di bagian atas tanaman merambat yang merupakan tunas yang paling kuat dari tanaman lada dengan akar pucuk yang aktif dan memiliki sedikit cabang gantung. Cabang pucuk ini biasanya digunakan untuk perkebunan lada di Malaysia, di beberapa tempat di Indonesia dan juga di Brazil. Di Indonesia, potongan tanaman langsung di tanam di area perkebunan lada. Di Brazil, tanaman induk yang memiliki batang yang berkualitas digunakan hanya untuk bahan tanaman/bibit saja dan diganti setiap 2-3 tahun sekali. Sistem yang diadopsi di Malaysia lebih sistematik dan mapan.

3.1.1. Memilih potongan batang
Secara umum, empat hingga lima mata tunas/buku/ruas dikumpulkan dan langsung ditanam pada musim kemarau. Namun demikian, jika cuaca tidak mendukung untuk penanaman, sistem sederhana diterapkan untuk membuat akar stek sebelum ditanam ke lapangan/kebun. Empat hingga lima ruas dengan dua cabang yang sehat dipotong dari batang tanaman induk lada sesuai kriteria yang disebutkan di atas dan tanaman tidak boleh berusia lebih dari empat tahun.
Sebelum dipotong, posisi potongan yang akan diambil harus berada di bawah 4 – 5 ruas dari cabang pucuk. Cabang-cabang samping yang berada lebih bawah dari ruas dibuang dan cabang pucuk muda yang berada di atas dengan 2 ruas juga dipangkas.

Di atas bagian pemotongan harus terdapat 4 ruas dengan cabang-cabang yang sehat yang muncul dari dua ruas teratas. Jika kedua mata tunas teratas tidak memiliki cabang, satu atau dua ruas lainnya dapat diikutsertakan untuk menjamin agar potongan memiliki cabang samping pada bagian atas ruas.

Di atas bagian pemotongan harus terdapat 4 mata tunas dengan cabangcabang yang sehat yang muncul dari dua mata tunas teratas. Jika kedua mata tunas teratas tidak memiliki cabang, satu atau dua mata tunas lainnya dapat diikutsertakan untuk menjamin agar potongan memiliki cabang samping pada bagian atas mata tunas. Setelah 10 - 14 hari, munculnya mata tunas tambahan dapat dilihat pada mata tunas ke-5 (paling atas) dan ke-4 (gambar 02.a). Pemotongan dibuat 1-2 cm di bawah mata tunas kesatu menggunakan pisau pangkas yang tajam. Setelah pemisahan akar dari tiang panjak/pendukung, bahan tanam yang dipotong dibungkus dalam kantong plastik yang bersih agar terhindar kontak langsung dengan tanah. Tak lama kemudian potongan langsung ditanam di lapangan/kebun saat musim hujan atau pasir atau di media taman polibag.


3.1.2. Membuat akar stek
Bahan tanam (bibit) dapat disemai di media pasir sungai sebelum dipindah ke kebun/lapangan. Namun demikian, menyemai bibit dalam kantong plastik transparan 250 gram dengan ukuran 20 x 12.5 cm juga dianjurkan. Bagian bawah kantong dilubangi sedalam 2 – 4 cm untuk sirkulasi air. Penyiapan campuran media taman yang sesuai untuk pembibitan dan sirkulasi pembuangan air sangat penting untuk pertumbuhan akar, dan memperkecil kemungkinan penyakit.
Penyiapan campuran media tanam tersebut direkomendasikan untuk menggunakan komposisi yang seimbang antara tanah lapisan atas, kompos, dan pasir sungai. Kantong polibag diisi dengan media tanam 3 – 4 hari sebelum disemai agar media tanam cukup padat sempurna. Saat menanam batang/stek pada media tanam dilakukan dengan memasukkan batang/stek hingga dua ruas terbawah terbenam dalam media tanam dan sedikit ditekan sehingga tertancap secara baik. Kemudian media tanam harus disiram dengan air dan ditutupi dengan plastik politine.

3.1.3. Bilik lembab dan pemeliharaan
Letakkan tanaman dalam media tanam (polibag) pada ruangan yang lembap untuk menstimulasi tumbuhnya akar maupun tunas. Tanaman pot diletakkan pada tumbukan berukuran panjang 1 m di lumbung pembibitan. Setelah diairi, penerapan fungisida yang sesuai diperlukan untuk meminimalisir adanya penyakit.
Di atas tumpukan bibit dibuat setengah lingkaran penyangga dengan menggunakan bambu berukuran 1,5 m (Gambar 03.). Di atasnya ditutupi dengan plastik politine dan di pinggir bawah dari penutup diberi tanah basah. Hal ini untuk menutupi struktur sehingga dapat menjamin kelembaban yang maksimal di dalam ruangan.
Pada tahap ini, tingkat keteduhan di dalam ruang pembibitan harus dijaga pada kelembapan 50 – 60%, sementara di dalam ruangan kelembapan dijaga pada 85-90% untuk menstimulasi pertumbuhan akar dan tunas.



Penutup plastik politine dibuka setelah 3 minggu dan semua rumput liar dan media tanam yang tunasnya mati dibuang. Setelah disiram air dan diberi fungisida, jika diperlukan media tanam ditutup kembali dengan politine. Dalam 3 - 4 minggu penutup dibuka secara bertahap. Pada saat pertama kali dibuka penutupnya, tunas yang tumbuh dari bibit yang sehat akan terlihat dan pada pembukaan kedua semua bibit sudah memiliki tunas dan akar.
Hingga bibit dalam pot siap disemai di ladang, penyiangan rumput liar dan pemberian air harus selalu dilakukan secara teratur. Apabila ada tanda-tanda adanya bibit yang terpapar penyakit ditemukan, maka fungisida yang sesuai harus segera diberikan. Fungisida yang berbasis tembaga sangat efektif/baik. Apabila komposisi media tanam yang digunakan tepat, maka tambahan pupuk
tidak diperlukan. Namun demikian, apabila tanaman perlu disimpan selama lebih dari 12 minggu disarankan untuk memberi tanaman dengan pupuk urea 1% dengan jeda setiap 4 minggu sekali.
Pemberian air setiap hari diperlukan dan dalam dua hingga tiga minggu bibit akan berakar dan siap dipindahkan ke ladang. Bibit yang sudah berakar disimpan di ruangan yang teduh, sejuk dan lembap hingga waktu tanam di ladang.

3.1.4. Cara memindahkan bibit
Jika bibit atau stek perlu dibawa ke lokasi perkebunan yang jauh, maka stek/bibit perlu dibaringkan pada permukaan yang bersih dan disirami air untuk menjaga kelembapan. Potongan bibit/stek tersebut dibungkus dalam lembaran plastik politin yang diikat bagian bawahnya. Proses pemindahan/ transportasi harus dilakukan dalam waktu 4 - 6 jam untuk mengindari proses kekeringan/kekurangan air.
Pemanfaatan stek batang menghasilkan tananam lada dengan cabang-cabang mendatar yang membentuk semak kerucut (lada perdu) dan dapat menghasilkan dalam dua tahun. Jumlah material yang bisa dikumpulkan terbatas bagi perkebunan skala besar, namun cocok untuk produksi perkebunan pribadi dari pembibitan skala kecil hingga menengah. Penanaman yang baik pada saat awal musim hujan dilaporkan dapat mencapai produktifitas hingga lebih dari 95% bibit yang ditanam dan cepat tumbuh. Pemantauan yang teliti terhadap munculnya penyakit pada tahap ini sangat penting, sehingga tanaman yang sakit segera dapat dihilangkan lebih dini untuk mencegah penularan.

4.        Pemeliharaan Terhadap Stok Tanaman Induk Untuk Bibit Stek Batang Pucuk.
Kekurangan dalam teknik stek batang pucuk adalah terbatasnya jumlah stek yang bisa dikumpulkan dari satu pohon induk, yakni tidak boleh lebih dari empat kali pemotongan batang pucuk dalam satu pohon. Oleh karena itu, pemeliharaan terhadap sumber pohon induk sangat diperlukan agar tetap dapat memenuhi kebutuhan. Pada bagian bawah berikut akan dijelaskan lebih lanjut mengenai pemeliharaan pemotongan tegak dari pohon induk.

4.1. Pembuatan kebun pohon induk
Dalam teknik ini, bedeng dengan ukuran lebar 45 cm, kedalaman 45 cm dengan jarak antar parit sepanjang 1 m perlu disiapkan. Bedeng diisi dengan campuran yang sesuai dari kotoran sapi atau kompos dan tanah bagian atas (top soil). Batang panjar dari Gliricidia Sepium atau kayu dengan tinggi 2,5 m disiapkan dengan jarak antar panjar 60cm. Panjar-panjar (batang pendukung) tersebut ditanam di salah satu sisi bedeng dan setiap bibit lada yang dipotong tegak ditanam di masing-masing batang panjar (pendukung).
Pemberian naungan dengan daun kelapa atau material lain yang sesuai perlu dilakukan pada tahap awal ini hingga tanaman benar-benar berkembang. Selain itu juga diperlukan naungan tambahan menggunakan jaring yang sesuai akan lebih baik (Gambar 05).
Setelah tanaman berkembang lebih kuat, naungan dapat diambil namun pemberian air dan pemeliharan mulsa/penyiangan rumput liar sangatlah penting (Gambar 06). Tanaman akan tumbuh mencapai atas panjar dalam kurun waktu 5 - 6 bulan dan dalam kurun waktu itu tanaman sudah siap untuk dipotong sebagai bahan tanam (pembibitan) (Gambar 07 dan 08).
Pohon tanaman induk perlu diberi nutrisi yang memadai agar dapat tumbuh sehat. Penyiapan campuran pupuk terdiri dari 90 gr Urea, 70 gr Triple Super Phosphate (TSP), 50 gr of Muriate of Potash (MP) dan 30 Kieserite (KSP) dengan air 50 liter. Campuran tersebut disiramkan ke tanaman setiap 3 minggu sekali dengan ukuran 250 ml per pohon. Pemeliharaan dari gulma dengan pupuk organik selama masa pertumbuhan tanaman sangat direkomendasikan. Hal ini untuk menjaga kelembaban dan meningkatkan kondisi tanah, serta menjamin pertumbuhan tanaman yang sehat. Pengawasan terhadap adanya hama dan penyakit pada tanaman induk selama periode pertumbuhan sangatlah penting.



4.2. Pengumpulan bibit batang pucuk untuk produksi perkebunan
Bibit batang pucuk dengan 2 mata tunas teratas yang hampir dewasa dipangkas dari setiap cabang untuk mengaktifkan munculnya mata tunas tambahan. Dalam 2 – 3 minggu, mata tunas tambahan akan muncul dan pada mata tunas keempat dan kelima akan muncul di paling atas dua cabang mendatar yang akan diambil untuk pembibitan (gambar 9).
Bibit-bibit tersebut dapat langsung ditanam pada saat musim penghujan, namun disarankan agar ditanam pada kantong polybag yang berukuran 20 x 12,5 cm yang telah diisi dengan media tanam yang terbuat dari tanah lapisan atas (top soil), pasir sungai, dan kompos atau kotoran sapi. Sebenarnya hanya satu hingga dua stek dapat dikumpulkan agar tanaman bisa terus menerus tumbuh, potongan/stek ke 6-8 dari masing-masing cabang pohon induk dapat juga dikumpulkan.
Stek ditanam dengan cara 3 mata tunas teratas berada di atas media tanam, dan dua mata tunas terbawah dibenamkan dalam media. Media taman dalam kantong plastik (polybag) perlu disirami dengan baik dan dijaga kelembaban ruangan selama 3 - 4 minggu dan selanjutnya 6 - 7 minggu di kebun bibit. Dalam 3 bulan, tananam sudah siap untuk ditanam di ladang saat sudah memiliki 3 - 4 tunas. Pengokohan bibit tanaman selama 2 - 3 minggu sebelum dibawa ke ladang akan membantu untuk menciptakan kekokohan tanaman ke depan.



4.3. Keuntungan dan kerugian pemanfaatan stek batang (sulur panjat) untuk
produksi perkebunan lada
Pemanfaatan stek batang (sulur panjat) untuk produksi tanaman lada memiliki beberapa keuntungan dibanding dengan tanaman yang dihasilkan dari stek cabang buah. Keuntungan tersebut antara lain:
Stek yang diperoleh dari tanaman induk sudah memiliki tunas tambahan yang aktif/hidup dan akar sehingga membantu untuk meningkatkan tingkat hidup tanaman di kebun bibit.
Ukuran stek lebih besar, sehingga tingkat keberhasilan hidup tanaman di kebun bibit lebih tinggi dan pertumbuhan lebih cepat. Tanaman yang diperoleh dari teknik stek batang dapat memproduksi cabang-cabang lateral/datar dari pangkal sehingga dapat membentuk kanopi kerucut pada tahap awal (Gambar.12), dan selanjutnya dapat berbentuk kanopi silinder dengan lebih banyak cabang.
Panen dapat mulai di tahun kedua penanaman.
Sementara kekurangan dari sistem ini adalah keterbatasan jumlah stek batang pucuk yang bisa diperoleh dari satu pohon induk dibandingkan dengan stek cabang buah. Oleh karena itu penting untuk memelihara sumber pohon induk sebagaimana yang telah  dijelaskan di atas. Jika 100 batang dipelihara, maka dapat diperoleh 500 – 600 stek per panennya.

5.        Hama dan Penyakit
Jenis hama dan penyakit Hama utama yang menyerang tanaman lada adalah penggerek batang (Lophobaris piperis), pengisap buah (Dasynus piperis), dan pengisap bunga (Diconocoris hewetti). Penyakit utama tanaman lada adalah penyakit busuk pangkal batang (BPB) yang disebabkan oleh jamur Phytophthora capsici.

5.1. Penggerek batang (Lophobaris piperis)
Penggerek batang mempunyai empat tahapan pertumbuhan, yaitu tahapan dewasa, telur, larva, dan pupa. Pada tahapan dewasa aktif terbang dari satu tanaman ke tanaman lada lainnya. Tahapan dewasa makan buah, bunga, dan pucuk tanaman lada, di kebun lada yang sering dipangkas, dan hama ini mudah ditemukan pada luka pangkasan tanaman lada. Akibat serangan tahapan dewasa pada buah muda menjadi kopong/kosong dan pada bunga menjadi tidak berkembang sempurna. Serangga dewasa meletakkan telur di cabang dan batang tanaman lada. Setelah menetas, larvanya menggerek jaringan tempat telur diletakkan, pada tahapan ini umur larva 28 - 32 hari. Serangan larva pada jaringan tanaman lada mengakibatkan jaringan tanaman lada rusak/mati. Tahapan pupa berada di dalam jaringan tanaman lada yang mati akibat serangan tahapan larva. Serangan hama ini mengakibatkan tanaman lada rusak, kualitas dan produksi lada rendah. Tanaman inang serangga ini adalah lada, cabe jawa, dan sirih.

5.2. Hama pengisap buah (Dasynus piperis)
Tahapan dewasa aktif mencari makan dan meletakkan telur pada tanaman inangnya. Akibat serangan pada tahapan dewasa, buah lada menjadi kopong/kosong, produksi lada enteng. Serangga dewasa meletakkan telur pada tandan buah lada dan menetas sekitar 6 - 7 hari. Telur setelah menetas menjadi nimpa, langsung makan pada buah lada. Serangan nimpa dan dewasa pada buah lada mengakibatkan buah lada menjadi berbercak dan kopong.

5.3. Pengisap bunga (Diconocoris hewitti)
Tahapan dewasa aktif untuk mencari makan dan meletakkan telur pada bunga lada. Tahapan dewasa dan nimpa menghisap cairan bunga lada. Akibat serangan tahapan dewasa dan nimpa bunga lada menjadi layu, kering kemudian rontok, sehingga bunga lada gagal menjadi buah. Serangga dewasa meletakkan telur pada tandan bunga lada dan menetas sekitar 5 - 7 hari. Setelah menetas menjadi nimpa yang langsung makan pada pada bunga lada. Serangan pada tahapan nimpa pada bunga lada mengakibatkan bunga lada rontok.

6. BUSUK PANGKAL BATANG (BPB) (PHYTOPHTHORA CAPSICI)
Adalah hama dan penyakit utama yang menyerang tanaman lada. Jamur Phytophthora capsici merupakan kendala produksi yang paling ditakuti petani, karena menyebabkan kematian tanaman lada dalam waktu singkat. Jamur Phytophthora capsici dapat menyerang seluruh bagian tanaman lada. Serangan yang paling membahayakan apabila terjadi pada pangkal batang atau akar. Gejala serangan dini sulit diketahui, gejala yang tampak seperti kelayuan tanaman menunjukkan serangan telah lanjut. Serangan Phytophthora capsici pada daun menyebabkan gejala bercak daun pada bagian tengah atau tepi daun. Sepanjang tepi bercak tersebut terdapat bagian gejala berwarna hitam bergerigi seperti gerinda yang akan nampak jelas bila gejala masih segar. Bagian tersebut tidak tampak apabila daun telah mengering atau pada gejala lanjut. Apabila serangan jamur terjadi pada satu tanaman dalam satu kebun, maka dapat diperkirakan 1 – 2 bulan kemudian penyakit akan menyebar ke tanaman di sekitarnya. Penyebaran penyakit akan lebih cepat pada musim hujan, terutama pada tanaman lada yang disiang bersih. Apabila dijumpai tanaman terserang penyakit, maka tanaman sakit tersebut dimusnahkan. Tanah bekas tanaman tersebut disiram bubur bordo kemudian diberi Trichoderma. Penyulaman dapat dilakukan setelah dibiarkan minimal selama 6 bulan.

7. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT TERPADU
Dianjurkan dalam budidaya lada untuk menyertakan kegiatan lainnya, misalnya diintegrasikan dengan ternak disertai penanaman penutup tanah (A. pintoi). Cara tersebut selain membuat sistem usaha tani lada menjadi lebih efisien juga merupakan usaha Pengendalian Hama (termasuk penyakit) Terpadu (PHT) yang ramah lingkungan dan berkesinambungan. Pengendalian menggunakan pestisida kimiawi dilakukan pada saat populasi hama atau intensitas serangan patogen penyakit tinggi. Tujuannya untuk menekan perkembangan hama dan patogen, selain itu diikuti aplikasi pengendalian secara hayati mempergunakan musuh alaminya. Komponen teknologi budidaya lada dengan pendekatan ekologi yang efisien dan berkelanjutan adalah sbb:

7.1. Pengendalian secara kultur teknik
Bahan tanaman sering menjadi sumber inokulum hama dan penyakit lada dan menjadi sumber penyebaran hama dan penyakit di lokasi baru. Oleh karena itu menggunakan bahan tanaman yang sehat dengan melakukan seleksi bahan tanaman yang akan digunakan untuk bibit merupakan hal yang penting. Pemilihan varietas dilakukan secara hati-hati karena sampai saat ini belum ada varietas yang toleran terhadap semua jenis hama dan penyakit. Untuk daerah Kalimantan Barat, sebaiknya menggunakan varietas Bengkayang yang dikenal memiliki potensi produksi 4,67 ton lada putih per hektar. Walaupun varietas ini rentan terhadap BPB dan skala medium terhadap penyakit kuning, tapi adaptif terhadap air dan tidak diketahui terhadap penggerek.

7.2.Tajar/tiang panjat hidup dan pemanfatan biomas
Pada saat harga rendah pemeliharaan lada menjadi tidak intensif, pemupukan tanaman lada tidak dapat dilakukan. Akibatnya tanaman lada menjadi lemah, peka terhadap hama dan patogen. Biomas hasil pemangkasan tajar (dadap dan gliricidae) yang dibenamkan dalam tanah akan meningkatkan kesuburan tanah, merangsang pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme tanah yang bermanfaat. Kondisi lahan akan menjadi lebih baik untuk tanaman lada apabila tanaman lada dipupuk organik dari kotoran ternak ruminansia atau kompos, proses pelapukan bahan organik lebih cepat, dan dapat menghambat perkembangan patogen berbahaya di dalam tanah.

8. SALURAN DRAINASE DAN PEMANGKASAN BAGIAN TANAMAN LADA
Agar kebun lada tidak tergenang air di musim hujan, maka perlu dibuat saluran drainase. Air tergenang di kebun merupakan media yang baik untuk perkembangan patogen BPB. Pemeliharaan tanaman lada meliputi pemangkasan sulur cacing dan sulur gantung yang tidak berguna, dan bekas pangkasan diolesi dengan teer/vaselin/lilin atau insektisida. Pembuangan sulur cacing juga akan mengurangi kemungkinan terinfeksinya tanaman lada oleh Phytophthora capsici dari tanah

9. PEMUPUKAN DAN KOMPOSISINYA
Pemupukan tanaman lada untuk meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan generatif agar produktifitasnya tinggi dan kesehatan tanaman menjadi kuat. Disamping dosis, juga harus diperhatikan komposisi dan waktu aplikasi pupuk. Tanaman yang cukup pupuk akan lebih tahan terhadap serangan hama penyakit.

10. PENGENDALIAN HAYATI
Penyakit BPB dapat dilakukan dengan pemberian kotoran ternak dicampur alang-alang dan agensia hayati T. Harzianum. Aplikasi pupuk kandang dapat dilakukan bersama dengan aplikasi alang-alang dan agensia hayati untuk menekan terjadinya serangan P. capsici. Pemberian bahan organik harus dibenamkan dalam tanah, di bawah tajuk tanaman lada. Ini berfungsi sebagai sumber nutrisi bagi tanaman lada, menggemburkan tanah, dan meningkatkan populasi mikroorganisme antagonis. Alang-alang sebagai sumber bahan organik dapat diberikan sebagai penutup tanah. Untuk pengendalian penyakit BPB, maka alang-alang harus dibenamkan.

11. PENYIANGAN TERBATAS
Dilakukan dengan cara bebokor dan hanya dilakukan di sekitar tanaman lada, sebatas kanopi tanaman lada, dan sebaiknya tidak dilakukan penyiangan bersih. Untuk meningkatkan keragaman hayati, terutama parasitoid hama penggerek batang, sebaiknya gulma antara tanaman lada hanya dipangkas, atau menanam tanaman berbunga diantara tanaman lada seperti kopi, kumis kucing, jenis leguminoceae atau A. pintoi. Adanya tanaman berbunga diantara tanaman lada atau penutup tanah yang menghasilkan bunga akan meningkatkan keragaman dan populasi parasitoid dan menghambat penyebaran patogen BPB pada musim hujan.

12. PEMANFAATAN AGEN HAYATI DAN KONSERVASI KEBUN
Bila dipilih varietas lada yang rentan terhadap serangan penyakit BPB, maka agen hayati pengendali patogen harus diaplikasi sejak awal penanaman lada dan aplikasi (perlakuan) diulang pada setiap awal musim hujan. Konservasi kebun lada dengan menanam penutup tanah A. Pintoi dapat menyediakan pakan ternak kambing 9 - 12 ekor/ha dan dapat menyediakan kotoran kambing untuk pupuk lada sekitara 4 - 6 ton per tahun

13. PENGENDALIAN MEKANIS
Sesuai perilaku biologi penggerek batang fase pradewasa (larva dan pupa) yang berada pada jaringan tanaman lada yang mati akibat serangannya, dapat dijadikan pedoman untuk menekan populasi hama. Fase pradewasa yang berada di dalam jaringan tanaman yang mati secara periodik diambil untuk memutus siklus dan menekan populasi. Dengan mengambil stadia pradewasa yang berada di dalam jaringan tanaman lada mati di kebun akan memutus siklus hidupnya. Pengendalian cara mekanis dapat dilakukan dengan mengambil bagian tanaman lada mati dari kebun berupa batang, cabang, dan ranting mati kemudian dimasukkan dalam kantong plastik dan selanjutnya dimusnahkan. Dengan melakukan pengendalian secara mekanis dapat menekan populasi hama dengan baik. Pengendalian secara mekanis merupakan salah satu komponen dalam merakit teknologi pengendalian hama. Pengendalian hama cara mekanis secara luas dapat memutus siklus dan menurunkan populasi hama sampai batas tidak merugikan terhadap produksi, serta tidak berdampak buruk terhadap lingkungan.

Tujuan GAP Lada Meningkatkan:
• Produksi/produktivitas
• Mutu (aman, higienis)
• Efsiensi produksi; memanfaatkan sumber alam yg tersedia
• Pertahanan kesuburan lahan dan kelestarian lingkungan
• Peluang penerimaan produk oleh pasar internasional


• agribisnis lada berkelanjutan,
• ramah lingkungan
• berdaya saing tinggi


ANALISIS USAHA TANI TANAMAN LADA

Analisis ini disusun berdasarkan penelitian terhadap para petani di Belitung pada tahun 2001 dan didasarkan pada asumsi-asumsi sebagai berikut.
  1. Luas lahan (areal perkebunan ) adaalah satu hektar; lahan milik sendiri
  2. Populasi tanaman 2000 pohon; jarak tanaman 2 m x 2 m berbentuk bujur sangkar.
  3. Bibit berasal dari setek batang yang diperoleh dengan cara membeli.
  4. Umur panen tanaman tiga tahun setelah tanam
  5. Setelah berumur satu tahun, dilakukan pemotongan batang tanaman untuk dijadikan bibit. Penjualan bibit ini diperhitungkan sebagai pendapatan usaha tani dengan nilai jual Rp. 500,00/bibit.
  6. Produksi lada putih rata-rata 1,5 kg per pohon pada saat panen raya dan 0,5 kg per pohon pada saat panen kecil.
  7. Harga jual lada putih sebesar Rp. 30.000,00/kg di tingkat petani.
  8. Tanaman memiliki masa produktif selema 10 tahun, kemudian perlu diremajakan.
  9. Lokasi perkebunaan berada pada ketinggian antara 10 – 110 m dpl.
  10. Tenaga kerja dihitung dalam satuan Hari Kerja Pria (HKP), yakni tujuh jam per hari.
  11. Biaya tak terduga diperhitungkan sebesar 10% dari biaya operasional.
  12. Bunga modal diperhitungkan sebagai unsur biaya, yakni sebesar 20% per tahun.
  13. Penanaman menggunakan sistem tajar dua kali; pada umur 0 – 12 bulan menggunakan tajar sementara dengan harga Rp. 500,00/batang dan pada umur lebih dari 12 bulan menggunakan tajar permanen yang terbuat dari kayu mati dengan harga Rp. 4.000,00/batang.
  14. Pembukaan lahan dan penggemburan tanah dilakukan secara manual.
  15. Kegiatan usaha tani berorientasi pasar komersial
  16. Varietas lada yang ditanamn adalah varietas Bangka.
Perkiraan biaya dan pendapatan yang disajikan dalam analisis kelayakan ekonomi ini akan berbeda dengan daerah lain karena adanya perbedaan agroklimat dan agroekonomi. Namun demikian pengguunaan sarana dan prasarana pada prinsipnya sama sehingga informasi analisis kelayakan ekonomi ini tetap dapat digunakan sebagai pedoman usaha di daerah lain. Di samping itu, analisis ekonomi ini tidak bersifat pemanen, melainkan dapat berubah-ubah sesuai dengan kondisi daerah asing-masing dan keadaan usaha tani itu sendiri.

Analisis Usaha Tani


Sumber :
Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH. 2016. Modul 4: Praktek Budidaya Lada yang Baik – Panduan. Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH : Jakarta (http://www.sregip.or.id/wp-content/uploads/2017/05/Agribusiness-Modul-4.pdf)
Sarpian, T. Pedoman Berkebun Lada Dan Analis Usaha Tani. Penerbit Kanisius : Yogyakarta.(https://books.google.co.id/books?id=p_6ugz-fjg8C&printsec=frontcover&hl=id#v=onepage&q&f=false)

Rabu, 21 Mei 2014

Khasiat Rumput Teki Bagi Kesehatan

 caraobat.blogspot.com/2013/10/manfaat-dan-khasiat-rumput-teki-bagi-kesehatan.html

Rumput teki merupakan salah satu tanaman gulma sejenis rumputan. Namun, rumput teki (Cyperus rotundus L) mengandung berbagai bahan penting untuk pengobatan herbal. Kandungan utamanya adalah minyak atsiri yang terdapat dalam umbi rumput ini.

Manfaat dan Khasiat Rumput Teki:

Berbagai kandungan rumput teki sebagai obat herbal diambil dari umbinya. Manfaat umbi rumput teki sebagai obat, antara lain:

1. Umbi segar yang digeprak kemudian diseduh dengan air panas dapat digunakan sebagai obat busung air dan kencing batu.

2. Umbi yang direbus dan air rebusannya diminum bisa digunakan sebagai obat berberapa penyakit, seperti pengantur haid, menyembuhkan keputihan, sebagai obat penenang, memperlancar buang air besar, dan mempercepat pembekuan darah pada luka baru.

3. Umbi segar yang ditumbuk dapat digunakan untuk perangsang ASI dan penghenti pendarahan ramim.

4. Umbi rumput teki yang diramu dengan daun pegagan dan alang-alang bisa mempelancar buang air kecil.

5. Tepung yang membuat dari umbi rumput teki digunakan sebagai bedak anti nyamuk yang beraroma menthol. Bisa juga dicairkan dengan sedikit air dan digunakan sebagai obat  penyakit kulit semacam panu, kadas, dan luka yang belum sembuh.

Senin, 19 Mei 2014

Penyebab Penyakit Mata Ikan + Cara Mengobati dan Menghilangkan Mata Ikan di Telapak Kaki

http://justmyhobby.wordpress.com/2014/01/25/penyebab-penyakit-mata-ikan-cara-mengobati-dan-menghilangkan-mata-ikan-di-telapak-kaki/
Apakah pernah dengar istilah penyakit mata ikan? Tidak peduli apakah anda pernah mengalaminya atau tidak tapi sebaiknya anda membaca artikel tentang penyebab penyakit mata ikan plus cara mengobati dan menghilangkan mata ikan di telapak kaki karena bisa sangat menjengkelkan bila tidak segera diobati
Mudah-mudahan sekarang anda tidak sedang mengalaminya. Di sini saya mau berbagi bagaimana menyembuhkan mata ikan di kaki. Menurut yang sudah pernah mengalami “Sumpah gan sakit banget mata ikan itu apalagi kalo lagi jalan kaki apalagi maen bola..!!”

Pengenalan Penyakit Mata Ikan

Penyakit mata ikan atau disebut dengan Verruca Plantaris, Verruca merupakan hiperplasi epidermis akibat pertumbuhan epithel yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus tipe tertentu yang termasuk golongan Papova Virus.
Orang awam menyebutnya ”kutil” atau ”Warts”. Verruca memiliki beberapa nama berdasarkan lokasinya yaituVerruca Vulgaris (Common Warts)dengan predileksi khususnya di ekstremitas bagian ekstensor, Verruca Plantaris (Plantar Warts) dengan predileksi pada telapak kaki, Verruca Plana (Flat Warts) dengan predileksi pada muka dan leher, dan Condyloma Accuminata (Genital Warts).
Epidemiologi verruca tersebar kosmopolit dan transmisinya melalui kontak kulit maupun autoinokulasi. Menurut American Podiatric Medical Association (APMA), verruca plantaris sering didapatkan pada anak-anak dan remaja dengan usia 12-16 tahun.
Insidennya akan lebih tinggi lagi pada pengguna tempat mandi bersama (anak kost, anggota kebugaran) dengan frekuensi perempuan sedikit lebih banyak dari laki-laki.
Sesuai namanya, Verruca plantaris atau biasa disebut mata ikan adalah verruca yang terletak pada telapak kaki, terutama yang banyak mengalami penekanan.
Verrucajenis ini disebabkan oleh HPV tipe 1. Lokasi tersering pada telapak kaki yaitu pada area midmetatarsal. Didapatkan beberapa lesi sekaligus pada satu telapak kaki yang kadang-kadang bergerombol dan juga dapat berdiri sendiri-sendiri.
Ini penampakan penyakit mata ikan. Maaf ya bila gambarnya terlihat menjijikan. (⌣́_⌣̀)
Verruca Plantaris
Nah di bawah ini ulasan tentang mata ikan dan pengalaman orang yang telah menghilangkan mata ikan di telapak kakinya.

Tentang Mata Ikan

Mata ikan atau klavus merupakan penyakit yang sering terjadi dan di derita oleh banyak orang, baik pada pria maupun wanita. Timbulnya klavus terkadang berhubungan dengan beberapa penyakit lain, antara lain adanya gangguan saraf tepi akibat kencing manis (Diabetes), atau pada penderita arthritis rematoid (salah satu jenis rematik) menjadi tanda sudah ada perubahan sendi tulang-tulang kaki.

Penyebab Mata Ikan

Mata ikan disebabkan oleh kebersihan yang kurang terjaga, misalnya sepatu atau kaus kaki kurang bersih, lembab, atau jarng diganti, selain itu juga disebabkan oleh tekanan atau gesekan yang berlebihan yang terus menerus.

Cara Mengobati dan Menghilangkan Mata Ikan di Telapak kaki

Jika penyakit mata ikan tidak mengganggu biarkan saja, namun jika mengganggu pengobatannya adalah:
1. Operasi, hanya saja klavus akan tumbuh kembali jika faktor tekanannya tidak dihilangkan. Pada dasarnya, menghilangkan mata ikan dengan melakukan operasi kecil adalah cara cepat untuk menghilangkan rasa nyeri biaya operasi mata ikan rata-rata 200.000 saja. Karena dengan operasi kecil, akan mengeluarkan inti mata ikan atau eksisi total.
Namun, jika ingin mengangkat mata ikan tanpa operasi, dapat dicoba dengan
1. Mengoleskan salep keratolik pada mata ikan tersebut, atau
2. Memberikan obat-obat oles yang dapat menipiskan lapisan kulit yeng menebal yaitu obat yang mengandung urea, asam glikolat/malat/salisilat (kalo di apotik mereknya callusol). Saya pernah pake obat oles ini, kerjanya mengikis sel kulit mati sedikit2 hingga nanti mata ikannya keliatan akarnya sehingga bisa dicabut.
3. ROKOK (ya rokok), tapi berhubung lama saya dengar saran teman-teman disuruh pakai  panas rokok. Saya dekatkan nyala rokok ke mata ikan ane jarak 0,5 cm.
Panas sih tapi kerasa ada yang putus2 gtu di kaki, akar mata ikannya putus ternyata. Saya rutin sehari 3 x 5 menit menyundut rokok ke mata ikan. Dalam seminggu sembuh mata ikannya lepas dari kaki saya. Besarnya hampir kaya kacang kedelai.

Tips Pencegahan:

Untuk mencegah timbulnya mata ikan pada kaki, harus diperhatikan alas kaki yang dipakai selama ini, sudah nyaman atau terlalu sempit. Ganti kaus kaki secara rutin.
Ingat pencegahan lebih baik daripada mengobati.

Pengalaman Operasi

Pengalaman seseorang yang melakukan operasi untuk mengangkat penyakit mata ikan ini:
Ini penyakit udah gw derita dari 4 bulan. Awalnya sih kecil, letaknya ada di sela-sela jari jempol sama jari sebelahnya. Pertama kayak kutil, rasanya sedikit ngeganggu krn posisinya pas banget kena kl gw make sendal jepit.
Lamban laut risi juga yah, gw udh mulai searching di internet, minta berbagi pengalaman sm temen yg udah pernah kena juga. Dan akhirnya gw mutusin untuk mengambil langkah membeli “Callusol”.
Itu sesudah 2 bulan yah, krn mata ikannya udh mulai membelah. Rajin deh aku tetesin. Lama2 bukannya bener malah makin ga jelas. Kakiku makin terkikis dagingnya. Lama-lama makin abis dan makin dalem. Rasanya udah ga karuan, apalagi pas abis bangun buat jalan. Udah ga tahan lah pokoknya.
mata ikan
mata ikan
Akhirnya karena gw udah ga tahan ngerasain sakit, gw putusin utk di operasi. Gw pikir sih cmn operasi biasalah cmn di angkat apa mungkin dilaser biar mati tuh mata ikannya.
Setelah konsultasi, dokter memutuskan untuk tindakan besoknya ga bisa saat itu juga. Karena gw harus tindakan bius total jadi wajib puasa 6 jam.
Dan akhirnya hari itupun tiba. Gw yang nota bene phobia bgt sama darah hrs masuk ruang operasi. Badan panas dingin, tp demi satu tujuan, berjalan dengan nyaman gw jabanin dah nih operasi.
Setelah melihat dokter beserta para assistenya menyuntik, menempel bbrp alat ke dadaku.. dan tiba2 ada yg membangunkanku, “mas udah selesai operasinya”. Mata masih berasa berat dan cmn ada sesuatu di tanganku yg tiap bbrp menit seperti memompa dan selang di hidung gw. Masih sedikit berasa tak percaya ternyata operasi itu sdh bener dilakukan.
Setelah dibawa kembali ke ruang ODC (one day care) suster memberi tahu hasil operasiku. Benar2 terkejut menyaksikan apa yg selama ini ada di kaki gw. Seperti daging sebesar jempol tangan. (ಠ_ರೃ) hik
penyakit mata kaki
Edunn ga tuh, yg udh bersemayam di kaki gw selama 4 bulan. Gw sih mengambil kesimpulan, krn mungkin udh telat yah alias udh terllau lama jd jaringan mata ikan itupun membesar. Kata orang yang selama ini mata ikan itu matanya mirip mata ikan segede bulir kacang ijo rasanya udh ga bisa diterima dengan apa yg gw alami.
Saat menulis ini, sudah 4 hari aku pasca operasi. kakiku msh diperban krn bolong setelah dibelek dan diangkat tuh mata ikan. Besok rencana aku mau kontrol sembari ganti perban.

Sabtu, 17 Mei 2014

KH. Hasyim Asy'ari
Ulama Pembaharu Pesantren
Pendiri pesantren dan Tebuireng perishing Nahdlatul Ulama (NU), Salah Satu organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia, initial dikenal tokoh pendidikan sebagai pembaharu pesantren. Sela mengajarkan Agama Dalam pesantren, and plays for Santro mengajar membaca buku-buku pengetahuan umum, berorganisasi, Jasa dan dan berpidato.Karya Kiai Hasyim Asy'ari Yang di Pondok Nggedang Lahiri, Jombang, Jawa Timur, 10 April 1875 tidak Lepas Dari nenek moyangnya Turun-yang dry temurun memimpin pesantren. Ayahnya bernama Asyari Kiai, pemimpin Pesantren Kera Yang di berada sebelah Selatan Jombang. Ibunya bernama Halimah. Dari Garis IBU, Kiai Hasyim Asy'ari merupakan keturunan Raja Brawijaya VI plays dikenal dengan yang Lembu Peteng, Jaka Tingkir ayah yang food Pajang Raja (keturunan kedelapan Dari Jaka Tingkir). Kakeknya, Kiai Ustman terkenal sebagai pemimpin Pesantren Gedang Yang santrinya berasal Dari seluruh Jawa, Pada akhir abad 19. kakeknya Dan ayah, Kiai Sihah, Adalah pendiri Tambakberas di Pesantren Jombang. Semenjak Kecil hingga berusia tie Belas Tahuna, putrid ketiga 11 bersaudara ini dari dari ayah dan mendapat pendidikan langsung kakeknya, Kyai Utsman. Hasratnya menuntut ilmu untuk yang kissing mendorongnya rajin belajar dan lebih GIAT. Hasilnya, and Diber kesempatan Oleh ayahnya membantu mengajar untuk yang di pesantren Karen kepandaian dimilikinya. Prongs dengan ilmu yang tak diterimanya, USIA semenjak 15 Tahuna, and berkelana Dari Satu pesantren ke lain pesantren. Mule meals Santro Wonokoyo di Pesantren (Probolinggo) Langitan Pesantren (Tuban) Trenggilis Pesantren (Semarang) Pesantren dan Siwalan, Panji (Sidoarjo). Say pesantren Siwalan and yang belajar Pada Kyai Jakub kemudian mengambilnya sebagai menantu.Pada Tahuna 1892 Kiai Hasyim Asy'ari menunaikan ibadah menimba Haji dan ilmu di Mekah. Di and healthy berguru Pada Syeh Ahmad Khatib at-dan Syekh Mahfudh Tarmisi, gurunya di bidang hadis.Dalam perjalanan pulang ke Tanah Air, and singgah di Johor, Malaysia dan di mengajar healthy. Pulang ke Indonesia Tahuna 1899 Kiai Hasyim Asy'ari mendirikan pesantren Tebuireng Yang di kelak meals terbesar pesantren dan Jawa terpenting di Pada abad 20. Sejak Tahuna 1900 Kiai Hasyim Asy'ari memosisikan Pesantren Tebuireng, food Pusat Islam tradisional pengajaran pembaruan Bagi. Dalam pesantren ilmu agama yang itu bukan Hany diajarkan, tetapi plays pengetahuan umum. For Santro membaca belajar huruf latin menulis membaca dan buku-buku yang Berisha pengetahuan umum, berorganisasi Dan berpidato. Face dilakukannya itu yang mendapat reaksi masyarakat sebab dianggap bidat. And dikecam, tetapi tidak mundur Dari pendiriannya. Baginya, mengajarkan agama berarti memperbaiki Manusa. Mendidik for Santro menyiapkan mereka dan untuk ke terjun masyarakat, Adalah Salah Satu Utama tujuan perjuangan Kiai Hasyim Asy'ari. Meskerem mendapat kecaman, pesantren Tebuireng meals masyur ketika for Santro angkatan pertamanya berhasil mengembangkan berbagai pesantren di daerah dan plays meals besar.Tanggal 31 Januari 1926 bersama dengan tokoh-Islam tokoh tradisional, Kiai Hasyim Asy'ari mendirikan Nahdlatul Ulama, Yang berarti kebangkitan ulama. Organisasi ini dan banyak pun berkembang anggotanya. Pengaruh Kiai Hasyim Asy'ari pun dengan mendirikan organisasi UN kiss Semak, bersama-temannya be afraid. Dibuktikan dengan itu dari dukungan ulama di Jawa Tengah Jawa Timur dan. Bahkan, for ulama di daerah berbagai Sangat menyegani kewibawaan Kiai Hasyim. Kini, UN berkembang pun makin heavy. Organisasi ini telah meals penyalur Bagi pengembangan Islam ke dis-saving maupun perkotaan Jawa.Meski sudah di Dalam UN food tokoh penting, and tetap bersikap tolerate terhadap aliran lain. Yang paling dibencinya ialah perpecahan di kalangan UMATES Islam. Pemerintah Beland bersedia mengangkatnya meals pegawai Negeri yang cukup dengan gaji mau kiss asalkan bekerja sama, tetapi ditolaknya. Dengan Alasania yang tidak diketahui, Pada masa Awal pendudukan Jepang, Hasyim Asy'ari ditangkap. Berk bantuan anaknya, KH Wahid Hasyim, beberapa Bulan kemudian and dibebaskan sesudah itu dan Agama Urusan Kepala diangkat meals. Jabatan itu diterimanya Karen terpaksa, and tetapi tetap di mengasuh pesantrennya Tebuireng. Sesudah Indonesia Merdeka, melalui pidato pidatonya-Kiai Hasyim Asy'ari membakar for Pemuda Supaya semangat untuk mereka Berani berkorban mempertahankan kemerdekaan. And meninggal Pada Dunia tanggal 25 Juli 1947 Karen pendarahan otak dan di dimakamkan Tebuireng

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2014-2015 Man Tambakberas Jombang

Last Updated on Wednesday, 23 April 2014 06:36 Written by nifra Wednesday, 23 April 2014 05:45

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tambakberas Jombang berada di dalam pengawasan dan pembinaan Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.

MAN Tambakberas menerima peserta didik baru untuk Program Pilihan Peminatan Akademik:
1. Matematika dan Ilmu Alam (MIA):
- Unggulan
- Reguler plus Keterampilan
- Reguler
2. Ilmu-Ilmu Sosial (IIS): Reguler
3. Ilmu-Ilmu Bahasa dan Budaya (IIB): Reguler
4. Ilmu-Ilmu Agama (IIA)
Waktu & Tempat Pendaftaran
Pendaftaran dibuka mulai tanggal 14 Juni s.d. 30 Juni 2014
Waktu: Pukul 08.00 – 13.00 WIB
Tempat: Kantor Pusat MAN Tambakberas (PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang) Jln. Merpati Tambakberas Jombang.
Telp. (0321) 862352, Fax. (0321) 855537, SMS Centre 085770109109
Syarat Pendaftaran
1. Mengisi formulir pendaftaran
2. Fotokopi ijazah dan SKHUN MTs/SMP yang telah dilegalisasi sebanyak 2 lembar.
3. Menunjukkan Ijazah dan SKHUN asli.
4. Fotokopi NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) sebanyak 2 lembar.
5. Foto hitam-putih 3 x 4 sebanyak 10 lembar
6. Fotokopi Kartu Keluarga (KK) sebanyak 2 lembar.
7. Fotokopi KTP Orangtua.
8. Fotokopi prestasi akademik (sertifikat/piagam) bagi yang memiliki, masing-masing 2 lembar.
9. Fotokopi Akta Kelahiran.
10. Mengisi Pakta Integritas dan Peminatan.
11. Melampirkan Surat Rekomendasi Peminatan dari BP/BK SMP/MTs.
Waktu Tes Seleksi
Tes dilaksanakan pada
- 1 Juli 2014, Khusus Program Pemilihan danPeminatan MIA Unggulan
- 2 Juli 2014, Semua Program Peminatan
- 3 Juli 2014, Tes Psikologi Semua Program
Materi Tes
- Kemampuan Agama (Tulis dan Praktik)
- Potentsi Akademik (Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris)
- Wawancara (Khusus Unggulan)
Pada saat tes, peserta wajib membawa pencil 2B (LJK)
Pengumuman hasil tes pada tanggal 9 Juli 2014
Daftar ulang mulai tanggal 9 s.d. 11 Juli 2014


ppdb brosurhttp://mantambakberas.com/madrasah/penerimaan-peserta-didik-baru-2013-2014-04-2013/

Sabtu, 26 April 2014

Artikel Pendidikan

Pendidikan adalah awal dimana seseorang akan mulai membangun kerangka kehidupannya. Lewat pendidikan seseorang akan dibimbing, diarahkan dan dibekali teori yang cukup bagaimana seharusnya dia menjalani kehidupan.
Dalam kehidupan manusia mengemban tanggung jawab, target dan juga hal-hal penting lainnya yang menyangkut tentang kehidupan yang dijalaninya. Pendidikan adalah pondasi dimana seseorang akan diberi pengarahan guna mampu mewujudkan semua impian yang dimilikinya.
Setiap orang membutuhkan pendidikan, baik untuk mereka yang telah dianugerahi kecerdasan maupun yang tidak memiliki kecerdasan. Pendidikan akan menjadikan manusia tumbuh menjadi lebih baik, berwawasan, bijaksana dan mengenal arti serta tanggung jawabnya dalam mengharungi kehidupan.
Apa definisi pendidikan?
Sebuah proses dimana manusia akan dibimbing untuk membentuk jati dirinya menjadi pribadi yang lebih baik, berilmu dan pintar.
Mengapa setiap orang membutuhkan pendidikan?
Pendidikan sejatinya bukan hanya untuk mengajarkan manusia tentang suatu teori. Pendidikan memberikan sekian banyak dampak positif terhadap perjalanan kehidupan manusia sehingga semua orang membutuhkan pendidikan.
Bagaimana pendidikan bisa mengantarkan seseorang ke level kehidupan yang lebih baik?
Bukankah untuk mengerjakan suatu hal kecil saja kita membutuhkan teori, apalagi untuk mendapatkan sesuatu yang besar. Dengan pendidikan, maka semuanya akan menjadi realistis dan sangat mungkin untuk diwujudkan.
Bukankah pada prakteknya banyak orang sukses tanpa berbekal latar belakang pendidikan tinggi?
Benar, tapi dengan berbekal ilmu maka semuanya akan menjadi lebih mudah karena kita sudah mengerti bagaimana cara mengejar  impian kita. pendidikan akan mengajarkan manusia tentang banyak hal.
Siapapun anda, tidak ada yang tidak membutuhkan pendidikan. Semuanya dimulai dari awal, karena memang demikianlah proses kehidupan, dan pendidikan akan mempermudah jalan hidup anda (atas izin yang maha kuasa).
Meyakini opini yang salah tentang pendidikan adalah sebuah kesalahan fatal dan merupakan suatu bentuk kebodohan yang sangat memalukan.